1-2-3 Magic in the Classroom: Effective Discipline for Pre-K Through Grade 8, 2nd Edition

1-2-3 Magic in the Classroom: Effective Discipline for Pre-K Through Grade 8, 2nd Edition

Ekonomi Bagaimana hubungan antara materialitas, risiko audit dan bukti audit

Bagaimana hubungan antara materialitas, risiko audit dan bukti audit

Hubungan antara materialitas, resiko audit dan bukti audit adalah dengan berdasarkan pertimbangan biaya dalam manfaat auditor yang tidak mungkin melakukan pemeriksaan atas semua transaksi yang dicerminkan dalam laporan keuangan, sehingga auditor harus menggunakan konsep materialitas bahkan kosep resiko audit dalam menyatakan pendapat atas laporan keuangan audit. Dengan demikian, konsep materialitas berkaitan dengan seberapa salah saji yang terdapat di asersi yang diterima oleh auditor agar pemakaian laporan keuangan tidak terpengaruh dengan besarnya salah saji tersebut. Oleh karena itu, konsep resiko audit berkaitan dengan resiko kegagalan auditor dalam mengubah pendapatnya atas laporan keuangan yang sebenarnya berisi salah saji material. Dan materialitas menjadi dua golongan yaitu materialitas pada tingkat laporan keuangan dan materialitas pada tingkat saldo akun.

Pembahasan

Materialisme merupakan suatu filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada yaitu materi. Dengan demikian, semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena merupakan hasil interaksi material. Materi juga merupakan satu-satunya substansi yang termasuk dalam ontologi monistik. Dan resiko audit juga merupakan salah satu resiko yang timbul dikarenakan auditor tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya dengan atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Bukti audit juga merupakan suatu informasi yang digunakan auditor dalam membuktikan apakah informasi yang diaudit sudah sesuai dengan kriteria tertentu untuk memperoleh sejumlah bukti audit yang berkualitas sangatlah penting dalam mencapai tujuan audit. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi auditor seputar kelayakan bukti audit, antara lain:

  1. Pertimbangan profesional atau professional judgment, yang artinya probabilitas seorang auditor dalam menemukan bahkan melaporkan penyelewengan dalam sistem akuntasi kien.
  2. Integritas manajemen atau management integrity, yang artinya suatu sikap kejujuran dari pihak manajemen perusahaan dalam menghasilkan leporan keuangan.
  3. Kepemilikan publik versus terbatas, yang artinya salah satu jenis perusahaan yang termasuk jenis perusahaan terbuka atau perusahaan terbatas.
  4. Kondisi keuangan atau financial condition, dengan menunjukkan dalam perusahaan mendapatkan laba maupun dalam kondisi merugi.

Pelajari Lebih Lanjut

Pelajari lebih lanjut materi tentang Pengertian audit dan tujuan audit https://brainly.co.id/tugas/23137158?referrer=searchResults

#BelajarBersamaBrainly #SPJ4

[answer.2.content]